Mahasiswa Unusa di Era Digital: Menjaga Nilai, Etika, dan Bijak Bermedia Sosial
Perkembangan zaman saat ini tidak bisa dipisahkan dari kemajuan teknologi dan era revolusi industri 4.0. Dunia pendidikan, khususnya perguruan tinggi, dituntut untuk beradaptasi dan terus berkembang agar mampu mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga siap bersaing di dunia kerja yang semakin dinamis. Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) hadir sebagai salah satu perguruan tinggi yang tidak hanya fokus pada aspek keilmuan dan teknologi, tetapi juga menanamkan nilai-nilai keislaman, budaya, serta etika dalam kehidupan kampus.
Salah satu hal yang menjadi ciri khas Unusa adalah komitmennya dalam membentuk mahasiswa sebagai generasi Aswaja An-Nahdliyah. Artinya, mahasiswa Unusa diarahkan untuk menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, moderat, dan menjunjung tinggi nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah. Nilai-nilai ini sangat penting untuk dijadikan pedoman hidup, apalagi di tengah zaman yang serba cepat dan terbuka ini. Mahasiswa diharapkan bisa menjadi contoh dalam bersikap toleran, santun, dan mampu menjaga harmoni di tengah keberagaman.
Selain itu, Unusa juga menekankan pentingnya memahami budaya dan etika dalam kehidupan kampus. Hal ini mencakup sikap saling menghargai, tata krama dalam berbicara, berpakaian yang sopan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan dan tanggung jawab. Kehidupan kampus bukan hanya tentang belajar di kelas, tapi juga tentang bagaimana mahasiswa berinteraksi dengan dosen, teman, dan lingkungan sekitar. Nilai-nilai ini menjadi bekal penting yang akan terbawa hingga mahasiswa terjun ke dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat.
Di sisi lain, mahasiswa saat ini juga hidup di era digital yang sangat lekat dengan media sosial. Karena itu, kemampuan untuk berkomunikasi secara bijak di dunia maya menjadi hal yang tidak kalah penting. Mahasiswa Unusa diajak untuk lebih berhati-hati dalam menyampaikan pendapat, menyebarkan informasi, dan membentuk citra diri di media sosial. Etika digital menjadi bagian dari pembelajaran agar mahasiswa tidak hanya aktif, tetapi juga bertanggung jawab dalam bermedia. Menjadi cerdas di dunia maya berarti tahu kapan harus berbicara, bagaimana menyampaikan sesuatu dengan baik, dan tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.
Dengan menggabungkan penguasaan teknologi, pemahaman nilai-nilai keislaman, serta etika dalam kehidupan sehari-hari, mahasiswa Unusa diharapkan mampu menjadi generasi yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman. Tidak hanya sukses secara pribadi, tetapi juga mampu memberi manfaat bagi masyarakat luas.


Komentar
Posting Komentar